Kami adalah Indonesia 🇮🇩 

Kami adalah Indonesia 

Hidup kami hadir dalam beda

Beda yang kasat mata 

Namun kami satu jiwa 

Merah dan putih melekat dalam dada

Memegang satu kata 

Kami hidup di Nusantara

Kami adalah Indonesia
Petikan puisi ini hadir saat aku melihat hasil karya keluarga besar Semi Palar di Selametan tahun ini. Selametan yang mengambil tajuk “Menjaga Bumi Indonesia” memang begitu sarat makna. Tak bisa dipungkiri bahwa air mata jatuh saat Indonesia Pusaka dikumandangkan dan kita nyanyikan bersama. Mengetuk, menggedor kesadaran bahwa Kami adalah Indonesia. Kami hadir bersama dalam keberagaman. Tanpa beda, bersama dalam bumi yang sama. 

Isu keberagaman yang hadir kemarin-kemarin seakan-akan lenyap seketika saat setiap tangan terulurkan membangun peta Indonesia berukuran raksasa. Ide yang awalnya tampak sulit seketika lenyap saat setiap kelompok menaruh dirinya untuk bahu membahu mewujudkan Indonesia. Dari Sabang hingga Merauke tercipta dalam rentang waktu tak lama. Sobekan-sobekan di tepi setiap pulau adalah wujud kesabaran bagaimana kita membangun dan rasa itu akan ditaruh dalam diri kita untuk tetap sabar membangun negeri kita saat ini. 

Lalu saat daun-daun kering, ranting, dan guguran bunga diurai di atas pulau memberi makna bahwa semua yang pernah hadir punya peran dalam setiap perjalanan negara kita, Kami semua hanyut. Bersama menaruh tangan, mengurai semua di atas bumi Indonesia. Hingga kemudian ratusan foto dipasang menjadi batas wilayah. Foto-foto keluarga Semi Palar di titik terjauh di Indonesia yang pernah dikunjungi. Aaaahhh… menuliskannya kembali membuat debar, denyar dada berirama serta membuat mata ini memanas. Semua rasa yang kemarin hadir kembali terpanggil.

Kemudian, langkah-langkah kecil berdatangan, membangun benteng di seluruh kepulauan Indonesia. Bahu membahu, menaruh tangan, membagi semangat dari jiwa-jiwa murni mereka. Tak bisa kupungkiri bahwa sesaat aku tertegun. Menaruh tangan ini di dada. Bahwa di tangan merekalah nanti Indonesia akan dijaga. Dan setiap balok yang mereka taruh adalah doa bahwa mereka akan terus menjaga Indonesia.

Peta Indonesia berukuran raksasa pun tercipta. Haru biru hadir buatku pribadi, Memandang bangga akan semua yang telah tercipta. Lalu langkah teman-teman SMP menggenapi semuanya. Menitip merah putih di tangan mereka. Menitip cita-cita Soekarno dan Hatta di hati mereka untuk terus menjaga Indonesia. Merah putih akan terus dipancangkan di setiap pulau, di setiap hati kita. Tak ada lagi kata bahwa kami berbeda karena kami adalah Indonesia. 

Advertisements

ah …

hujan bilang kamu lagi asyik bermain di tepi taman

bermain dengan sebatang rumput yang membuatmu tersenyum geli sepanjang waktu

hujan bilang kamu lagi asyik bermain di tepi taman

menari dengan titik air yang membuatmu bergemerlapan terkena sinarnya

hujan bilang kamu lagi asyik bermain di tepi taman

menutup telingamu rapat ketika hujan menyampaikan pesanku untukmu

ah kamu… ya kamu…. lagi asyik main sendiri